Sabtu, 14 November 2009

MEDIA AUDIO VISUAL

MEDIA AUDIO VISUAL



A. Pengertian Media Komunikasi dan Audio-Visual
Media berarti wadah atau sarana. Dalam bidang komunikasi, istilah media yang sering kita sebut sebenarnya adalah penyebutan singkat dari media komunikasi. Media komunikasi sangat berperan dalam mempengaruhi perubahan masyarakat. Televisi dan radio adalah contoh media yang paling sukses menjadi pendorong perubahan. Audio-visual juga dapat menjadi media komunikasi. Penyebutan audio-visual sebenarnya mengacu pada indra yang menjadi sasaran dari media tersebut. Media audio-visual mengandalkan pendengaran dan penglihatan dari khalayak sasaran (penonton).
Produk audio-visual dapat menjadi media dokumentasi dan dapat juga menjadi media komunikasi. Sebagai media dokumentasi tujuan yang lebih utama adalah mendapatkan fakta dari suatu peristiwa. Sedangkan sebagai media komunikasi, sebuah produk audio-visual melibatkan lebih banyak elemen media dan lebih membutuhkan perencanaan agar dapat mengkomunikasikan sesuatu. Film cerita, iklan, media pembelajaran adalah contoh media audio-visual yang lebih menonjolkan fungsi komunikasi. Media dokumentasi sering menjadi salah satu elemen dari media komunikasi. Karena melibatkan banyak elemen media, maka produk audio-visual yang diperuntukkan sebagai media komunikasi kini sering disebut sebagai multimedia.

B. Media Berbasis Audio Visual
Materi audio dapat digunakan untuk :
1. Mengembangkan keterampilan mendengar dan mengevaluasi apa yang telah didengan
2. Mengatur dan mempersiaplkan diskusi atau debat dengan mengungkapkan pendapat – pendapat para ahli yang berada jauh dari lokasi
3. Menjadikan modal yang akan ditiru oleh siswa
4. Menyiapkan variasi yang menarik dan perubahan – perubahan tingkat kecepatan
belajar mengenai suatu pokok nahasan atau sesuatu maslah.











1. Radio dan Tape
Penggunaan media audio sangat mendukung sistem pembelajaran tuntas ( mastery learning )
Langkah – langkah yang bisa diikuti ketika menggunakan materi pelajaran dalam bentuk lain , yaitu :
1. Mempersiapkan diri
2. Membangkitkan kesiapan siswa
3. Mendengarkan materi audio
4. Diskusi ( membahas ) materi program audio
5. Menindaklanjuti program

Untuk membuat kegiatan lebih efektif dan produktif, berbagai teknik dapat digunakan, antara alain, yaitu :
1. Melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pemilihan rekaman – rekaman dan siaran radio yang baik
2. Menghubungkan kegiatan mendengar di luar kelas dengan tugas – tugas sekolah.
3. Mendiskusikan dan memeriksa cara di mana kebiasaan belajar di rumah bisa di tingkatkan.

2. Film Gerak Bersuara
1. Karakteristik dan manfaat film
Media audio visual ini dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu
a. Dilengkapi fungsi peralatan suara dan gambar dalam satu unit, dinamakan media audio visual murni
b. Media audio visual tidak murni

Studio film adalah pabrik mimpi, karena itulah film adalah alat yang ampuh sekali di tangan orang yang mempergunakannya secara efektif untuk sesuatu maksud terutama sekali terhadap masyarakat kebnayakan dan juga anak – anak yang memenag lebih banyak menggunakan aspek emosinya dibandingkan aspek rasionalitasnya.
Dilihat dari indera yang terlibat, film adalah alat komunikasi yang sangat membantu proses pembelajaran efektif.




Manfaat dan karakteristik lainya dari media film dalam mengingkatkan efektivitas dan efesiensi proses pembelajaran, diantaranya adalah :
- Mengatasi keterbatasan jarak dan waktu
- Mampu mengambarkan peristiwa – peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat
- Film dapat membawa anak dari Negara yang satu ke Negara yang lain dan dari masa yang satu ke masa yang lain
- Film dapat diulangi bila perlu untuk menambah kejelasan
- Pesan yang disampaikannya cepat dan mudah diingat
- Menggambarkan pikiran dan pendapat para siswa
- Mengembangkan imajinasi peserta didik
- Memperjelas hal – hal yang abstrak dan memberikan gambaran yang lebih realistic
- Sangat kuat mempengaruhi emosi seseorang
- Film sangat baik menjelaskan suatu proses dan dapat menjelaskan satu keterampilan dan lain – lain
- Semua peserta didik dapat belajar dari film, bik yang pandai maupun yang kurang
- Menumbuhkan minat dan motivasi belajar

Dalam menilai baik tidaknya sebuah film, Omar Hamalik sebagaimana dikutip Asnawir ( 2002:98 ) mengemukakan bahwa film yang baik memiliki ciri – ciri sebagai berikut, yaitu :
- Dapat menarik minat siswa
- Benar dan autentik
- Up to date dalam setting, pakaian, dan lingkungan
- Sesuai dengan tingkatan kematangan audiens
- Perbendaharaan bahasa yang dipergunakan secara benar
- Kesatuan dan sequence – nya cukup teratur
- Teknis yang dipergunakan cukup memenuhi persyaratan dan cukup memuaskan

2. Jenis – jenis Film
Film untuk konteks pembelajaran mempunyai banyak jenis
yang variatif, di antaranya adalah sebagai berikut :
1. film dokumenter ( documentaries ). Menurut Heinich dkk.
(1985:212) film-film documenter adalah film-film yang
Dibuat berdasarkan fakta bukan fiksi dan bukan pula
Memfiksikan yang fakta.


2. Docu drama yakni film-film documenter yang
Membutuhkan pengadegan. Dengan demikian kisah-
Kisah yag ada dalam docudrama adalah kisah yang
Diangkat dari kisah nyata dari kehidupan nyata, bisa
Diambil dari sejarah. Misalnya, kisah teladan para nabi
Dan rosul, wali songo, ulama dean tokoh terkenal,
Dan kisah tentang orang-orang shaleh lainnya.
3. Film drama dan semidrama, keduanya melukiskan human relation.Tema –
temanya bisa dari kisah nyata dan bisa juga tidak yakni dari nilai – nilai
kehidupan yang kemudian diramu menjadi sebuah cerita.

3. Langkah-Langkah pemanfaatan film
Pemanfaatan film dalam proses pembelajaran hendaknya memperhatikan hal-hal berikut :
* Film harus di pilih agar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
* Film untuk tujuan kognitif dapat digunakan untuk mengajarkan pengenalan makna
sebuah konsep, seperti konsep jujur,sabar demokrasi , dll.
* Film untuk tujuan psikomotor dapat digunakan untuk memperhatikan contoh suatu
keterampilan yang harus di tiru.
* Film paling tepat bila di gunakan untuk memengaruhi sikap dan emosi.

4. Rangkaian Kegiatan Sebelum Membuat Film
Dalam praktek, rangkaian kegiatan untukmewujudkan gagasan menjadi program film atau video ini secara bertahap Menurut Arief S. dkk. ( 1990:156-158 ) hendaknya dilakukan melalui pembuatan :
* synopsis, yakni untuk memberikan gambaran secara ringkas dan padat tentang tema
atau pokok materi yang akan di garap
* Storyboard ( perangkat gambar cerita ), adalah rangkaian kejadian yang akan di
visualkan dalam bentuk gambar atau sketsa sederhana pada kartu berukuran lebih
kurang 8 x 12 cm.
* Skrip atau naskah program, yaitu keterangan- keterangan yag di dapat dari hasil
eksperimen coba- coba dean keyboard tersebut kemudian di tuangkan dalam bentuk
skrip atau naskah program menurut tata urutan yang dianggap sudah benar.
* Scenario atau naskah produksi, yaitu petunjuk operasional dalam pelaksanaan produksi
atau pembuatan program.



5. Teknik – teknik Pembuatan Film
Ada beberapa teknik yang dapat dugunakan dalama pembuatan filmAntara lainnya adalah :
1. Direct photography
2. Slow motion photography
3. Lapse photography
4. Animated photography
5. Photomicrography
6. Telescopic
7. Film mography

3. Video
1. Karakteristik Video
Krakteristik video banyak kemiripannya dengan media film, diantaranya adalah :
• Mengatasi keterbatasan jarak dan waktu
• Video dapat diulang bila perlu untuk menambah kejelasan
• Pesan yang disampaikannya cepat dan mudah diingat
• Mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa
• Mengemnagkana imajinasi peserta didik
• Memperjelas hal – hal yang abstrak dan memberikan gambaran yang lebih realistik.
• Sangat kuat mempengaruhi emosi seseorang
• Sangat baik menjelaskan suatu proses dan keterampilan; mampu menunjukkan rangsangan yang sesuai dengan tujuan dan respon yang diharapkan
• Semua pesrta didik dapt belajar dari videom baik yang pandai maupun yang kurang pandai
• Menumbuhkan minat dan motivasi belajar
• Dengan video penampilan siswa dapat segera dilihat kembali utnuk dievalusi.

2. Langkah – langkah Pemanfaatan Video
Pemanfaatan video dalam proses pembelajaran hendaknya memperhatikan hal – hal sebaai berikut :
- Program video harus dipilih agar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
- Guru harus mengenal program vido yang tersedia dan terlebih dahulu melihatnya untuk mengtahui manfaatnya bagi pelajaan.
- Seuai program video dipertunjukkan, perlu diadakan diskusi, yang juga perlu dipersiapkan sebelumnya.
- Adakalanya program video tertentu perlu diputar dua kali atau lebih untuk memperhatikan aspek – aspek tertentu
- Agar siswa tidak memandang program video sebagai media hiburan belaka, sebelumnya perlu ditugaskan untuk memperhatikan bagian – bagian tertentu
- Sesudah itu dapat dites berapa banyakkah yang mereka tangkap dari program video itu.

2. Cara Mudah Membuat Video
- menetapkan adegan atau tema yang sesuai dengan tujuan yang telah di tetapkan.
- Mengnembangkan tema tersebut dan berusaha untuk membagi-bagi kejadian atau moment menjadi serangkai bidikan atau serangkai kejadian yang berurutan(scene)
- Kkita harus membidik urutan kejadian tersebut dengan berbagai jenis atau ukuran bidikan (teknik pengambilan gambar)
- Bila kita akan mengubah atau memotong dua bidikan yang berurutan, hendaknya memberi lah sisipan bidikan ( Intercut ), dengan ukuran bidikan yang berbeda mencolok ( sebaiknya juga dari dua sudut bidik yang berbeda pula ).

4. Televisi
1. Karakteristik dan manfaat televise
Omar Hamalik ( 1985:134 ): “ televise is an electronic motion picture with conjoined or attendant soudnd; both picture and sound each the eye ear simultaneously from a remote broadcast point “.
Defisini tersebut menjelaskan bahwa televise sesungguhnya adalah perlengkapan elektronik, yang pada dasarnya sama dengan gamabr hidup yang meliputi gambar dan suara.

Televisi sebagai media pengakjaran mengandung beberapa keuntungan anatara lain:
1. bersifat langsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya.
2. memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah atau berbagai Negara.
3. Dapat menciptakan kembali peristiwa masa lampau.
4. dapat mempertunjukkan banyak hal dan banyak segala yang beraneka ragam.
5. Banyak mempergunakan sumber-sumber masyarakat
6. menarik minat anak
7. Dapat melatih guru, baik dalam pre-servise maupun dalam inservice training
8. masyarakat di ajak berpartisipasi dalam rangka
meningkatkan perhatian mereka terhadap sekolah.



Adapun kelemahan-kelemahan TV sebagai media pengajaran,
Sama halnya yang terjadi pada film, yakni TV terlalu menekankan pentingnya materi
Ketimbang proses pengembangan materi tersebut,. Kekurangan lainnya, yang mencolok adalah sifat komunikasinya hanya satu arah ( one way communication ).

2. Televisi sebagai media pendidikan jarak jauh ( PJJ ): studi Kasus TVE
TV-E (Televisi Edukasi) adalah sebuah stasiun televise di Indonesia yang khusus
di tujukan untuk menyebarkan informasi di bidang pendidikan dan berfungsi sebagai media .
Pembelajaran masyarakat. Stasiun televise ini di resmikan oleh menteri pendidikan
Abdul Malik Fadjar tanggal 12 oktober 2004. studio TE-E berada di Jakarta, dan memiliki afiliasi dengan stasiun televise pendidikan di daerah.
Menteri pendidikan Nasional Abdul Malik Fadjr dalam sambutan saat peluncuran resmi program tersebut mengatakan, “ sebagai bangsa yang ingin maju, maka kemajuan teknologi perlu di manfaatkan. Hanya saja itu di lakukan dengan kadar kearifan dan etika yang tinggi, khususnya dilihatdari segi pendidikan.”
Program TV-E ini di siarkan melalui satelit dan dapat diakses dengan menggunakan parabola.
Sasaran TV-E terutama adalah sekolah. Pada saat di lakukan uji coba,
Program siaran yang di tayangkan adalah materi untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah, dengan penerima siaran 100 sekolah di seluruh tanah air.
Terima kasih banyak ya atas kesediaan Anda membaca artikel MEDIA AUDIO VISUAL dan anda bisa menemukan artikel MEDIA AUDIO VISUAL ini dengan url http://msuwito.blogspot.com/2009/11/arti-kehidupanku.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel MEDIA AUDIO VISUAL ini dirasa bermanfaat bagi banyak orang. Namun, jangan lupa untuk meletakkan link MEDIA AUDIO VISUAL sebagai sumbernya.
Terima kasih banyak ya atas kesediaan Anda membaca artikel MEDIA AUDIO VISUAL dan anda bisa menemukan artikel MEDIA AUDIO VISUAL ini dengan url http://msuwito.blogspot.com/2009/11/arti-kehidupanku.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel MEDIA AUDIO VISUAL ini dirasa bermanfaat bagi banyak orang. Namun, jangan lupa untuk meletakkan link MEDIA AUDIO VISUAL sebagai sumbernya.

0 komentar:

Poskan Komentar